Pemergokan Teroris

Tahukah Anda bahwa ledakan bom yang terjadi di Thamrin menyisakan trauma oleh petugas yang bertugas di gedung tersebut? Seperti yang telah ditayangkan oleh Liputan 6 SCTV dikatakan memang pertugas keamanan gedung Thamrin yang terkena ledakan bom. Mengataskan bahwa dirinya sudah pulang ke rumahnya yang berada di kawasan Cilebut, Bogor Jawa Barat.

Korban teror bom bernama Aldi Tardiansah mengalami luka ini pada awal mulanya memergoki pelaku bom bunuh diri tersebut. Kejadian yang berada tepat di depan Starbuck cafe tersebut menyaksikan detik demi detik pelaku bom tersebut melancarkan tindakannya. Sehingga terdapat luka pada bagian kakinya. Hingga saat ini rasa trauma yang mendalam terkena bom tersebut masih hingga selalu dalam benaknya. Aldi Hardiansah menjadi salah satu petugas keamanan yang mengamankan cafe Starbuck tersebut. Awalnya bisa memergoki teroris tersebut karena tingkah para pelaku tersebut yang mencurigakan sambil keluar dari cafe Starbuck tersebut. Saat keluar ruangan tersebut pelaku mencoba menarik tubuh Aldi Hardiansah dan tiba-tiba meledakkan didepan dirinya. Sehingga serpihan pelaku dan juga mur mengenai kakinya.

Pada saat penyerangan yang dilakukan oleh teroris tersebut Kapolri Jendal Bahrodin Haiti mengatakan bahwa telah berhasil menangkap enam orang pelaku teroris. Mereka mendapatkan tugas secara terencana memberikan bungkusan bom kepada pelaku bom tersebut. Anda tentunya mengetahui bahwa pelaku bom sangat terencana mengenai siapa yang bertuga merakit bom, meledakkan sebagai target pelaku bom bunuh diri dan masih banyak lainnya. Pelaku ini pada awalnya banyak merekrut orang yang merupakan kaum muda untuk didoktrin atau cuci otak. Sehingga mereka akan menganggap hal ini merupakan media jihad. Namun sebenarnya apabila mereka menganggapnya demikian merupakan pemahaman yang keliru. Salah satu jenazah yang tewas karena bom bunuh diri yang dilakukannya bernama Ahmad Muhazan. Ahmad Muhazan adalah warga dari desa Kedungwungu, Indaramayui Jawa Barat.

Saat ini di kampung halamannya masih menuai banyak polemik terkaid dengan pemulangan jenazah tersebut. Para warga yang merupakan tetangga dari Ahmad Muhazan tersebut memiliki mengijinkan pemulangan dan pemakaman jenazah berada di kampungnya. Namun atas pendapat yang diberikan oleh para ulama disana mengatakan bahwa bisa dimakamkan pada tanah tersebut. Akan tetapi harus berada di atas tanah miliknya sendiri dan tidak boleh dicampurkan dengan tanah milik warga lainnya. Apabila tidak ada halangan yang direncanakan pemulangan jenazah pada hari ini Kamis tanggal 21 Januari 2016.

Comments for this post are closed.