Polisi Menangkap Dua Anggota Teroris Santoso

Tahukah Anda bahwa polisi telah berupa keras untuk dapat menangkap anggota teroris lainnya dan dua telah tertangkap? Anda tentunya mengetahui bahwa bom di Sarinah Thamrin mendapatkan perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat. Bom ynag merenggut nyawa hingga delapan orang dan beberapa orang luka-luka menyisakan luka serta trauma yang mendalam. Hal ini dapat diketahui dari adanya banyak sekali korban yang mengalami ketakukan ketika berada di kerumunan orang banyak. Menurut kesaksian saksi hidup menyatakan bahwa bom tersebut tidak mudah hilang dari ingatannya dan selalu terbayang saat ada banyak orang berkerumun. Setelah peristiwa bom di Thamrin kemarin pihak kepolisian terus melakukan berbagai upaya untuk dapat menangkap anggota teroris kelompok Santoso.

Dalam pencarian anggota teroris yang menamakan dirinya sebagai Mujahidin Indonesia Timur atau MIT ini dilakukan dengan gabungan dari polisi dan TNI berhasil menangkap anggota Santoso berjumlah dua orang. Mendapatkan konfirmasi penting yang didapatkan dari Kepala Divisi Humas Polri yang bernama Irjen Anton Charliyan mengatakan bahwa operasi pengejaran dilakukan pada tanggal 19 Januari 2016 kemarin. Dalam upaya pencarian tersebut telah ditemukan satu orang anggota Santoso yang tewas ditembak saat pengejaran dilakukan. Dalam upaya pencarian anggota Santoso yang merupakan teroris lainnya diketahui bahwa ditemukan kembali di Poso. Sedangkan dalam insiden baku tembak satu orang dapat diamankan dalam keadaan hidup.

Dari adanya baku tembak didapatkan bahwa yang tertembak memiliki inisial I. Sedangkan yang masih hidup identitasnya masih dirahasiakan oleh petugas. Tentunya hal ini dilakukan demi kepentingan penyelidikan namun apabila semuanya telah terungkap akan disampaikan kepada masyarakat nantinya. Saat ini anggota Santoso yang telah tertangkap polisi berada di kantor polisi Sulteng dan sedang dilakukan penyelidikan. Tentunya hal ini akan diharapkan kembali menyadarkan bahwa tindakan yang dilakukan sangatlah salah. Hal ini dapat diketahui dari upaya polisi dalam tindakan penyadaran dari adanya cuci otak yang dilakukan dan tindakan yang dihadapinya ini merupakan salah satu pemahaman yang menyimpang dari ajaran Islam.

Comments for this post are closed.